Halaman

Tampilkan postingan dengan label ASWAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASWAJA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2020

Sejarah Munculnya Firqoh Dalam Islam | Bagian 2 | kamis, 29 Juli 2021

B. Pendapat Kaum Muhajirin Dan Anshor

50+ Nama Sahabat Nabi Muhammad Penerus Perjuangan Dakwah Islam ...

1.      Tentang wafatnya Rasulullah SAW.

Setelah mendenganr kabar wafatnya Rasulullah SAW. Sahabat Umar bin Khattab RA. Berkata : “sesungguhnya hanya orang munafiq yang beranggapan bahwa Rasulullah SAW. Telah wafat, padahal Rasulullah SAW. Sedang pergi menghadap Tuhannya seperti yang dilakukan oleh Nabi Isa AS. Yang pergi meninggalkan kaumnya selama 40 hari lalu kembali lagi pada mereka. Demi Allah SWT. Rasulullah SAW akan kembali kepada kita, maka barang siapa yang mengatakan Rasulullah SAW telah wafat akan saya potong tangan dan kakinya”.

Sahabat Abu Bakar RA. pun datang, kemudian dia masuk rumah menemui putrinya yakni Sayyidah Aisyah RA. Lalu mendekati jasad Rasulullah SAW yanng ditutupi kain hitam, dia menyibaknya lalu mencium Rasulullah SAW sambil menangis, Abu Bakar berkata : “ Demi ayah dan ibuku sebagai tebusan kalau Allah telah menentukan kematian ini atas engkau, berarti engkau memang telah meninggal dunia”.

Kemudian sahabat Abu Bakar RA. Keluar dari rumah menuju masjid, pada waktu itu sahabat umar masih tetap berdiri sambil berbicara dengan para sahabat lainnya, sahabat Abu Bakar RA. Pun berkata: “Duduklah Umar!”, sahabat Umar tidak mau duduk, sedangkan para sahabat lainnya berpaling kepada Abu Bakar RA.

Setelah situasi agak tenang, Abu Bakar berpidato, “Barangsiapa diantara kalian yang menyembah Muhammad SAW. Maka sesunguhnya Nabi Muhammad SAW telah wafat. Tetapi barang siapa yang menyembah Allah SWT. Maka sesungguhnya Allah SWT Maha hidup, tidak akan meninggal selamanya, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ali Imron 144 :

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ.

Arti: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah JJika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.

Umar bin Khattab berkata: “Demi Allah setelah aku mendengar Abu bakar membaca Ayat ini, akupun jadi lunglai hingga aku tidak kuat mengangkat kedua kakiku, aku tertunduk diatas tanah, kini aku sudah tahu bahwa Rasulullah SAW. Telah wafat”.

 

2.      Tentang pemakaman Rasulullah SAW.

Sahabat Abu Bakar RA. Berkata: “saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: tiada seorang Nabi yang meninggal dunia, melainkan beliau dikuburkan di tempat beliau meninggal”. Maka Abu Tholhah menyingkirkan tempat tidur dimana Rasulullah SAW meninggal dunia, lalu dia menggali liang lahat persis dibawah tempat tidur itu. Kemudian orang-orang masuk ke kamar secara bergiliran sepuluh-sepuluh untuk mensholati jenazah Rasulullah SAW, giliran pertama adalah pihak keluarga Rasulullah SAW dilanjutkan para sahabat Muhajirin, lau sahabat Anshor lalu kaum wanita dan yang terakhir adalah golongan anak-anak. Semua ini dilakukan pada hari selasa hingga malam rabu. Sayyidah Aisyah berkata: “Kami tidak mengetahui penguburan Rasulullah SAW hingga kami mendengar suatu sekop di tengah malam rabu”.

3.      Tentang pengganti Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW tidak pernah berwasiat baik secara lisan maupun tertulis mengenai siapa yang menjadi pengganti beliau memimpin umat Islam. Hal ini diserahkan sepenuhnya kepada kaum Muslimin, karena beliau menilai bahwa para sahabat, utamanya yang termasuk السابقون الأولون  (golongan yang pertama masuk islam) telah siap memilih orang yang layak sebagai pengganti beliau menjadi pemimpin umat islam.

Ketika jenazah Rasulullah SAWmasih disemayamkan, yakni hari senin, sahabat Anshor mengadakan musywarah di gedung “Saqifah Bani Sa’idah” untuk pemimpin mereka yaitu sa’ad bin ubadah sebagai pemimpin umat Islam pengganti Rasulullah SAW. Mendengar kegiatan tersebut, Abu Bakar dan Umar bin Khattab langsung menemui mereka, sedangkan sahabat Ali bin Abi Tholib tidak ikut serta karena sedang sibuk mengurusi jenazah Rasulullah SAW, maka terjadilah ketegangan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshor.

Para sahabat Anshor merasa punya hak untuk menjadi Kholifah (pengganti) Rasulullah SAW karena mereka telah membantu Rasulullah SAW baikdengan harta, tenaga, pikiran bahkan nyawanya sehingga dakwah Rasulullah SAW menyebarkan ajaran Islam berhasil. Sedangkan para sahabat Muhajirin juga merasa lebih berhak karena mereka adalah orang-orang yang pertama mengikuti ajaran Rasulullah SAW, rela mengorbankan segalanya, baik rumah, ladang atau kebun, anak istri dan keluarganya bhkan rela meninggalkan tanah kelahirannya demi mengikuti perjuangan Rasulullah SAW.

Akan tetapi para sahabat Anshor tetap tidak mau mengalah dengan menawarkan keinginan untuk memilih pemimpin masing-masing.

مِنَّا أَمِيْرًا, وَمِنْكُمْ أَمِيْرًا

“Kami akan memilih pemimpin kami, kalian silahkan memilih pemimpin kalian sendiri”

Setelah melalui musyawarah yang panjang dan menegangkan, akhirnya para sahabat baik dari kalangan Muhajirin dan Anshor sepakat mengangkat sahabat Abu Bakar As Shiddiq sebagai kholifah pengganti Rasulullah SAW dengan beberapa alasan sebagai berikut :

1.      Beliau adalah orang yang pertama masuk Islam.

2.      Beliau selalu membenarkan Rasulullah SAW  sehingga beliau mendapat julukan/gelar As Shiddiq.

3.      Beliau yang menyertai Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah.

4.      Beliau yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW sebagai Imam sholat ketika Rasulullah SAWsedang sakit.

5.      Beliau adalah orang yang disebutkan dalam Al Qur’an :

 

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dengan terpilihnya Abu Bakar As Shiddiq sebagai kholifah dengan cara musyawarah dan mufakat, maka hilanglan perselisihan diantara para sahabat.

C. Urutan Pemerintahan Khulafaur Rasyidin

Khulafaur Rasyidin adalah gelar yang diberikan oleh Rasulullah SAW kepada para pengikut beliau yang menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana serta mendapat petunjuk dari Allah SWT sebagaimana wasiat beliau :

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشُ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اِخْتِلاَفًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتىِ وَسُنَّةِ اْلخُلَفَاءِ الْمَهْدِبِيْنَ الرَّاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْابِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِدِ. (رواه ابو داود).

Artinya : “Sesungguhnya barang siapa yang hidup di antara kamu setelah wafatku maka ia akan melihat perselisihan-perselisihan yang banyak, maka hendaknya kamu berpegangan dengan sunnahku dan sunnah Khufaur-rasyidin yang mendapat hidayat, peganglah sunnahku dan sunnah Khulafaur-rasyidin dengan kuat dan gigitlah dengan geraham”.

Ulama’ Ahlussunnah wal Jama’ah sepakat bahwa masa kepemimpinan Khulafaur rasyidin berlangsung selama kernag lebih 30 tahun.

1.      Abu Bakar As Shiddiq, 2 tahun, pada tahun ke 11 sampai 13 Hijriyah. Beliau dipilih berdasarkan musyawarah mufakat.

2.      Umar bin Khattab, 10 tahun, mulai tahun ke 13 sampai 23 Hijriyah. Beliau diangkat sebagai kholifah berdasarkan surat wasiat dari Abu Bakar As Shiddiq. Beliau wafat karena dibunuh oleh Abu Lu’luk, seorang yahudi yang pura2 masuk islam.

3.      Utsman bin Affan, 12 tahun, mulai tahun ke 23 sampai tahun ke 35 Hijriyah.beliau diangkat sebagai kholifah menggantikan Umar bin Khattab bedasarkan hasil musyawarah dewan formatur yang dipimpin oleh sahabat Abdurrahman bin Auf. Utsman bin Affan meninggal dunia karena dibunuh oleh pemberontak.

4.      Ali bin Abi Thalib, 5 tahun, mulai tahun ke 35 sampai tahun ke 40 Hijriyah. Belaiu diangkat secara paksa oleh para sahabat senior untuk menenangkan keadaan yang kacau akibat terbunuhnya kholifah Utsman bin Affan oleh pemberontak dari mesir, akhirnya beliau bersedia menerima manah sebagai kholifah walaupun tantangan dan fitnahnya sangat besar.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian kota Mekah dan Madinah agar tidak terjadi kekacauan disana, Ali bin Abi Tholib memindahkan pusat pemerintahan ke kota Bashrah di negara Irak. Beliau wafat karena dibunuh oleh pengikut paham Khowarij yakni Abdurrahmad bin Muljam.


Silahkan kerjakan tugas aswaja sebagai bukti kehadiran

👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

TUGAS ASWAJA KE 2


Semoga mendapatkan ilmu yang manfaat, Amin Ya Rabbal Alamin

Sabtu, 18 Juli 2020

Sejarah Munculnya Firqoh Dalam Islam | Bagian 1 | kamis, 15 Juli 2021

Kompetesi dasar               : Memahami dan menjelaskan sejarah munculnya firqoh-firqoh dalam Islam

Indikator                              :

1.       Menjelaskan bibit-bibit perselisihan di antara umat islam setelah wafatnya Rasulullah saw.

2.       Menjelaskan pendapat kaum muhajirin dan anshor mengenai pengganti Rasulullah saw.

3.       Menyebutkan kelompok-kelompok yahudi dari yaman yang menghembuskan api perpecahan di kalangan umat islam

4.       Menyebutkan sahabat-sahabat Nabi saw. Yang termasuk khulafaur-rasyidin

 

A.      Bibit perselisihan di antara ummat islam setelah Rasulullah saw. Wafat

Ketika Rasulullah saw masih hidup seluruh agama islam baik pemahaman, Pengalaman ajaran islam dapat dilangsung diterima dan melihat contoh Rasulluah saw. ApAbila ada masalah-masalah urusan agama islam bahkan urusan kemasyarakatan para sahabat dapat menanyakan langsung kepada Rasulullah saw. Sehingga perbedaan pemahaman dan pandangan urusan agama islam tidak terlihat dan terjadi. Termasuk di dalamnya unsur berkenaan dengan pemerintah negara.

Rasulullah saw. Dalam menyebar luaskan ajaran islam sebagai rujukan dan contoh tauladan utama dalam memahami dan mengamalkan ajaran islam umat islam dapat melihat langsung contoh dalam pengalaman ajaran islam dari Rasulullah saw.

Rasulullah Muhammad Saw. Selain sebagai Nabi dan Rasul, juga sebagai kepala pemerintah/ kepala negara, hakim (qodhi), sehingga segala urusan hidup dan kehidupan ummat islam sangat mengikuti dan menaati yang dipraktekan dan dicontohkan Rasulullah saw.

Rasulullah saw wafat hari senin 12 robi’ul awwal tahun 11 hijriah bertepatan dengan 8 juni 532 miladiyah dalam usia 63 tahun lebih empat hari selagi waktu dhuha sudah terasa panas dan baru dimakamkan 14 Robi’ul Awwal tahun 11 hijriah.

B.      Pendapat kaum anshor dan muhajirin mengenai pengganti Rasulullah saw.

Pada hari wafat dan sebelum mengurus jasad Rasulullah saw, terjadi silang pendapat tentang pengganti beliau. Sekumpulan kaum anshor (sahabat-sahabat Nabi yang berasal dari madinah) berkumpul di suatu bAlirung yang bernama tsaqifah bani saidah untuk mencari Kholifah (pengganti Nabi yang sudah wafat). Kaum anshor ini dipimpin oleh sa’ad bin ubadah(ketua kaum anshor dari suku khazraj).

Mendengar berita tersebut, kaum muhajirin(sahabt-sahabat rasul asal makkah yang hijrah ke madinah) mendatangi dan memenuhi kaum anshor di balairung itu dengan dipimpin sayyidina Abu Bakar ash-shiddiq ra. Sementara Ali karom allahum wajhah (kw) bin Abi thAlib tidak hadir di tsaqifah bani saidah karena sedang sibuk mengurus jenazah Rasulullah saw. Ketika sampai berita kepada Ali bin Abi thAlib tentang pembai’atan Abu ash-shidiq, ia diam beberapa lama dan akhirnya Ali kw membai’atnya.

Dengan demikian terbentuklah pendapat ketiga yang memandang bahwa Kholifah itu harus dari ahlul bait atau kerabat Nabi. Adapun kerabat Nabi saw yang pAling dekat adalah sayyidina abbas, paman Nabi saw dan Ali bin Abi thAlib anak pamannya.

Ali termasuk salah seseorang sahabat yang pertama-tama mauk islam , suami siti fatimah putri Rasulullah saw dan tidak ada orang yang mengingkari tentang jihad, ilmu dan keutamaannya, dengan demikian, kelompok ini yang mengusulkan pengganti Rasulullah muhammad saw sebagai khAlifah adalah sayyidina Ali bin Abi thalib dari lingkungan ahlul bait(keluarga).

Sementara kaum anshor mengusulkan pengganti Rasulullah saw adalah sa’ad bin ubadah dan kaum muhajirin mengusulkan sayyidina Abu Bakar ash-shiddiq dan sayyidna ummar bin khottbah ra. Setelah terjadi perdebatan sengit, akhirnya disepakati dan diangkatlah sayyidinah Abu Bakar ash-shiddiq ra. Sebagai Kholifah menggantikan Rasulullah saw. Perdebatan tersebut terjadi hingga hari senin sore , sementara kaum muslim sibuk membuat persiapan untuk menggurus jenazah hingga akhir mlam mendekati subuh malam selasa .sementara jasad Rasulullah saw. Yang mulai tetap membujur di atas tempat tidur dengan diselubungi kain hitam . pintu rumah ditutup dan hanya boleh dimasuki keluarga.

Pada hari selasa para keluarga memandikan jasad beliau tanpa kein yang menyelubungi. Adapun yang memandikan adalah Sayyidina Abbas (paman), Ali bin Abi ThAlib (menantu), Al-Fadhl, Qotsam ( Keduanya anak al –Abbas), Syaqran ( pembantu Rosullah Saw.) Usamah bin Zaid dan Aus bin Khaily.Syyidina Abbas, Al-Fadhl  dan Qotsam bertiga mambAlik- bAlikkan jasad,Syaqram mengguyurkan air, Ali bin Abi ThAlib KW.  Membersihkannya dan Aus mendekap jasad beliu di dadanya . Kemudian mereka mengkafani jasad beliu dengan tiga lembar kain putih dari bahan katun ,Tanpa menyertakan pakain atau pun tutup kepala.

 

C.      kelompok Yahudi yaman yang menghembus kan api perpecahan di kalangan umat Islam

Kelompok Yahudi dari yaman terus mengobarkan api permusuhan dengan mempropagandakan Ali kw. Salah seorang  penganjurnya yang terkenal  adalah Abdullah  ibnu saba,seorang yahudi yang  mengaku masuk islam.

Muncul dan berkembang api perpecahan ini terjadi Lagi  ketika Sayyidina  Utsman bin Affan  ra  diangkat menjadi Kholifah  menggantikan Sayyidina Umar bin khathab. Mulailah pendukung Ali bin Abi Thalib itu gelisah dan kegelisahan mereka bertambah kerena Kholifah meminta bantuan kepada orang orang Amawiyyin (Bani Umayah), kaum Kerabat sendiri.

Sayyidina Utsman  mengangkat  pembantu-pembantu  kebanyakan dari orang orang Amawiyyin dan  yang menjadi sekretaris dan kepercayaan ialah Marwan ibnu Hakam, seorang Amawi .Marwan dan golongan inilah yang dipandang umat lain telah menghancurkan setiap apa yang telah di bangun oleh umat islam sebelumnya yaitu Rasulullah Saw.yang di kosong  seta dilanjutkan oleh Abu Bakar ra dan umar ra, seperti memerangi fanatik kesukuan dan menyebarkan rasa kesatuan Arab dan Islam.

Mereka telah memerintah sebagai Amawiyyin ,bukan Arab atau Islam Hal ini telah membangkitkan kembAli permusuhan lama yang terpendam antara  Bani hasyim dan Bani Umayah . maka pada akhir masa Kholifah Utsman timbullah gerakan gerakan rahasia yang bertujuan hendak memecat Ustman bin Affan ra . dan mengangkat yang lainnya.

Diantara gerakan- gerakan ini terdapat gerakan yang mempropagandakan Ali kw ( memanfaat situasi) dan salah seorang tokohnya adalah Abullah bi saba seorang yahudi dari yaman yang mengaku sudah mauk islam. Ia telah berkeliling ke Basrah, Kufah, Syam dan Mesir menyiarkan madzhab wishyah yaitu bahwa Ali bin Abi Tholib adalah penerima pusaka (washi) dari Nabi Muhammad saw. sebagaimana terdapat washi bagi tiap tiap Nabi. Dia  adalah salah seorang pembrontak yang mengakibatkan terbunuhnya Ustman bin Affan ra

MEMAKNAI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN | BAG.1 | AHAD, 08 NOVEMBER 2020

A.       PENGERTIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN     Negara Indonesia adalah negara hukum sebagaimana dinyatakan dalam UUD Negara Repub...